Follow by Email

Sabtu, 28 Januari 2012

Body (perbaikan Panel)

Masalah perbaikan body sangatlah rumit, apalagi sampai dilakukan penggantian panel, sehingga dibutuhkan skill mekanik body yang sangat berpengalaman, tetapi untuk kendaraan sekarang tidak perlu lagi merepair panel untuk kerusakan berat karena part tersebut bisa di ganti.
dan sebenarnya kalau kita amati bahwa body kendaraan secara garis besar meliputi :

  1. Kap Mesin
  2. Bumper Depan
  3. Bumper Belakang
  4. Fender Kanan
  5. Fender Kiri
  6. Rocker Kanan
  7. Rocker Kiri
  8. Pintu Depan Kanan
  9. Pintu Depan Kiri
  10. Pintu Tengah Kanan
  11. Pintu Tengah Kiri
  12. Quarter Kanan
  13. Quarter Kiri
  14. Pintu Belakang
  15. Roof
  16. Side Roof
  17. Lantai
Di dalam proses repair item part di atas bisa di ganti, yaitu dengan membeli part di toko Spare Part yang terpenting adalah pelepasan part lama dan pemasangan part baru,sehingga dibutuhkan teknik pengelasan seperti aslinya di sarankan menggunakan las CO, karena jika memakai Acetilene akan merusak plat karena akan melentur akibat panas dan memuai.
Proses pengemalan pun harus dilakukan jika berada panel yang berhubungan dengan Head Lamp ataupun Stop Lamp ciri-ciri pemasangan yang baik adalah dengan melihat celah antara panel dan celah dengan lampu-lampu
Untuk kerusakan ringan, dimana luka di panel panjang kira-kira 10cm dan lebar 1 cm proses pekerjaanya meliputi:
  1. Pemeriksaan kembali kerusakan tersebut dengan melihat, meraba dan mengukur kerusakan dengan menggunakan penggaris.
  2. Pengupasan cat lama, sampai kelihatan metal panelnya
  3. Spoot Repair, dengan menggunakan Washer Welder plat tersebut di tarik dan di ratakan sesuai bentuk semula
  4. Pengetokan sehingga di dapati luka membulat 15 cm kedalaman 0,3 mm maksimal berbentuk seperti kawah yang landai
  5. Pemberian cat anti karat di bagian panel yang terlihat metalnya baik depan dan belakang
Biasanya cacat dari proses body adalah :
  1. Tidak memberikan anti karat setelah proses perbaikan panel
  2. Proses pelandaian yang berlebihan sehingga di dapati dempul yang terlalu tebal
  3. Pengelasan menggunakan Acetilene
  4. Penyetelan Gap yang tidak standart
  5. Tidak memberikan sealer terhadap panel baru sebagai resistan terhadap air
Demikianlah sepintas mengenai proses pengerjaan body sehingga sebagai pemilik kendaraan harus lebih jeli terhadap cacat dari proses body.

Salam Otomotif
Dede Suhendi

1 komentar: